kicauan kecil |
Let the people know you. Show them who you are. --- INDRA MA'SUMAH |
(via the-beauty-of-words-blog)
hey.. aku ini manusia. aku hanya ingin berteman. mangapa kalian berlomba-lomba untuk menarik perhatianku ? aku ini bukan piala yang sedang kalian perebutkan. percayalah, itu tidak akan berhasil. karena, bukan itu yang aku butuhkan. aku hanya mencari keikhlasan. tolong jangan mengharapkan apa-apa dariku atas apa yang telah kalian berikan padaku. aku hanya ingin berteman. berteman dengan siapa saja. aku sedang tidak ingin terikat.
kalian bisa pergi jika kalian tidak mau berteman denganku. atau kalian bisa tetap tinggal dan berteman denganku. hanya itu yang aku mau sekarang, tidak lebih.
Belum tuntas aku membacanya, aku sudah tersentak dengan apa yang Daniel lakukan terhadap impiannya. Melalui buku “Perjalanan ke Atap Dunia” Daniel mengajak para pembaca untuk mewujudkan apa yang menjadi impian kita. Aku seolah kembali pada titik dimana aku belum mampu mewujudkan impianku. Setiap orang memiliki impiannya masing-masing, begitu juga dengan Daniel dan aku. Daniel memutuskan untuk pergi ke Tibet, tempat yang menjadi impiannya untuk dikunjungi. Bukan keputusan mudah dan kecil yang diambil Daniel. Ia pergi ke Tibet 2011 lalu seorang diri. Menjadi seorang solo backpacker bukan hanya dilakukan oleh Daniel, beberapa backpacker lainnya yang aku tahu telah melakukan perjalanan seorang diri, seperti Trinity dan Adis juga melakukan solo backpacker dengan tujuan yang sama. Tujuan yang aku asumsikan adalah rasa syukur terhadap semesta. Kemana pun destinasinya, selalu ada cerita yang mengesankan yang ditakdirkan oleh semesta untuk kita. Ahh beruntungnya mereka yang memiliki kesempatan. Hey tunggu, bukannya semua orang memiliki kesempatan ?
Aku selalu bermimpi untuk menginjakkan kaki di seluruh kota di Indonesia. Mungkin kedengarannya simple, masih berada di satu negara. Tapi buatku, ini adalah impian besar yang membutuhkan tekad besar, biaya besar, keberanian besar dan mental yang besar. Tantangan dalam melakukan sebuah perjalanan bagiku tidak muncul ketika kita sudah melakukan perjalanan. Tantangan tersebarku untuk melakukan sebuah perjalanan adalah “izin orang tua”. Ya, itu adalah tantangan pertama yang harus aku taklukan. Dan tidak jarang aku sudah gugur ditantangan pertama. Sial.
Posisiku sebagai seorang anak perempuan menjadi alasan utama orang tuaku yang secara tidak langsung menghentikan langkahku dimasa muda ini untuk mengeksplor seperti apa keindahan semesta yang sesungguhnya, bukan hanya pengetahuan yang aku dapat dari televisi, internet, majalah dan lainnya. Rasa ingin tahuku yang begitu menggebu harus aku wujudkan, segera!
Belakangan ini aku semakin muak dengan rutinitasku yang menjemukan, tidak dirumah, dikampus, dikota ini. Aku merasa sangat kecil jika hanya menjadi seorang anak perempuan yang mengikuti semua aturan yang hampir mencekik dan membuatku mati diusia muda. Aku tahu aku makan dan bisa hidup seperti ini karena jeripayah kedua orang tuaku. Durhaka sepertinya jika aku tidak membalas apa yang selama ini telah mereka berikan untukku. Aku sadar akan balas budi. Aku juga tidak akan lupa untuk membalasnya. Pasti. Itu janjiku. Aku akan memberikan apa yang bisa aku berikan untuk mereka.
Hanya saja aku membutuhkan waktu untuk diriku sendiri saat ini. Mencari tahu siapa aku. Yang aku rasa, dalam sebuah perjalanan akan aku temukan jawabannya. Seperti apa yang dikutip Daniel dalam bukunya “When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it” (Paulo Coelho - The Alchemist). Apapun yang terjadi, semua ku pasrahkan kepada semesta. Karena aku yakin Tuhan selalu menemani setiap langkahku.
Kembali pada impianku, aku ingin sekali mengunjungi Malang, Jogja, Berau dan Lombok ditahun ini. Kenapa 4 kota itu yang menjadi sasaran empuk dalam perjalananku, alasannya simple. Aku adalah korban program televisi, blog dan buku travel writer. Ya, aku memang murahan. Mudah suka, suka akan hal-hal baru yang belum pernah aku lakukan. Aku belum pernah menginjakkan kakiku di Malang, Berau dan Lombok. Masuk akal bukan kenapa aku ingin kesana. Untuk Jogja, aku memang sudah pernah kesana tapi ada tempat yang ingin sekali aku datangi di kota Gudeg itu.
Bulan juni, yang berarti ini adalah Holiday! Ya meski untuk berlibur tidak terbatas hanya dibulan ini saja buatku. Tapi rasanya aku memang membutuhkannya dibulan ini. Tapi keputusan ada di Tangan kerajaan, Ratu dan Raja di istanaku. Rasanya aku seperti puteri Raja yang harus mengikuti seluruh aturan kerajaan. Tidak boleh pergi sendiri ke tempat yang jauh tanpa pengawasan pengawal karena banyak bahaya yang mengancamnya. Bedanya aku tidak boleh pergi jauh karena aku seorang anak perempuan. Oh no, aku seolah menjadi seorang Kartini pada masanya. Bedanya aku berada di Zaman modern yang “masih” diperlakukan seperti Kartini tempo dulu. Kasihan.
OKE! Apapun tantangannya, aku yakin dan harus mewujudkan mimpi-mimpiku. Setidaknya sebagian :)
Untuk kalian, jika kesempatan itu ada mengapa harus ragu ? Setidaknya kalian lebih beruntung dariku bukan ?
(via the-beauty-of-words-blog)
Kangen Baliiiiiiiii gegara abis nonton liputan tentang Lombok Timur di Hidden Paradise Kompas TV! *kan gak nyambung *bodo amat
Aaaaa jadi pengen ke Lombok kan kan kan, Gili Condo maaakkk keren gilaaaa bawah lautnya. Sabar yaa nanti klo gue kesana gue cium ciumin pasirnya sebagai tanda syukur #pengabdiankealamceritanya
Aku selalu bertanya, bertanya pada diriku.. akan menjadi apa aku kelak ? pertanyaan itu terus berputar dalam otak ku. aku tak tau untuk menjadi seperti apa aku nantinya dengan aku yang saat ini. aku dengan rutinitasku sekarang ini. aku dengan pendidikanku sekarang ini. aku dengan pergaulanku sekarang ini.
pencapaian seperti apa yang hendak aku capai, aku pun masih meragu dalam tanda tanya besar dihadapanku. a life around me, it just enough become an example for me. but, i still do not know what will happen next in my life. keraguan akan diriku, keraguan akan nasib dan takdirku. aku seperti mengalami krisis kepercayaan diri. entah apa yang membuatku berfikir serendah ini terhadap diriku yang sudah terlahir sempurna karena takdir Tuhan.
apa ini karena sesuatu yang ada diluar tubuhku ? sesuatu yang membuat aku menjadi pesimis akan apapun. aku tak tau apa yang aku jalani saat ini benar atau tidak untuk diriku. mengapa semua terasa menjemukan. seolah aku jengah dengan apa yang aku jalani saat ini. it seems like i could’t found anything that i never know actually.
orang bilang, jika ingin berhasil dalam hidup kita harus merencanakan tujuan-tujuan apa yang hendak kita capai terlebih dahulu secara berurut. dengan begitu, kamu akan tau bagaimana pencapaianmu dalam hidup dengan langkah-langkah yang sudah kau tentukan sendiri.
tapi.. apa yang terjadi jika tujuan-tujuan yang sudah tersusun rapih itu tidak tercapai, bahkan dititik dimana kamu baru memulainya. apa itu akan membuatmu berhenti ? atau terus lanjut dengan mengabaikan rasa putus asa ?
aku termasuk kedalam orang yang suka dengan sebuah rencana. bukan, bukan rencana seperti yang baru saja aku jelaskan. aku sering membuat rencana-rencana singkat bukan untuk mencapai tujuan dalam hidup, tetapi lebih kepada membuat rencana untuk mewarnai hidupku. karena aku melihat bahwa hidup kita sudah tergambar dalam sebuah sketsa. untuk menjadikan sketsa itu indah, hanya kamu yang tahu bagimana caranya. apakah kamu akan mewarnainya dengan warna-warna cerah yang saling bertabrakan, atau mewarnainya senada dengan kecocokan satu warna dengan yang lainnya, atau hanya membiarkan sketsa itu indah tanpa kau beri sentuhan warna sedikitpun.
aku menjadi orang dengan tipe pertama. aku tidak bisa menebak akan kemana aku melangkah, sama seperti ketika hijau bertemu dengan merah dan berbenturan lagi dengan biru. aku membiarkannya tetap berbeda dengan tidak memaksakannya untuk bercampur satu sama lain. karena aku menikmati apa yang pernah, sudah dan akan aku lakukan. aku membiarkannya menjadi satu kesatuan warna yang tetap berbeda satu sama lainnya dalam hidupku.
kembali pada tag line diatas, sesungguhnya aku tidak pernah suka ketika pertanyaan itu muncul dalam kepalaku. memenuhi isi kepalaku, membuatnya seolah akan meledak dan memberikan rasa nyeri yang tak bisa aku cegah. hiperbola. yaa aku juga merasakannya begitu hiperbola. rasanya aku ingin berlari dan mengasingkan diri. mencari, mencari dan terus mencari tanpa aku tau apa yang aku cari.
I NEED A TIME TO GO ALONE. JUST ME AND MY ADVENTURE.
Katanya kalo udah umur 17 tahun itu bukan anak kecil lagi. Katanya udah gede punya umur diatas 20 tahun. Katanya udah cukup umur buat dilamar. Tapi pergi jam 7 malem aja gak boleh karena alasan udah malem bisa nunggu besok. Kalo dibilang udah gede tapi masih dilarang kaya anak kecil gini sih useless banget kayanya punya umur cukup yang seharusnya buat mengeksplor diri dan dunia tapi cuma terbatas kaya ayam di dalam kandang. Dimana letak kemerdekaan ?
5CM
Tim Hura-hura

Rizqan Adhima a.k.a Iqunk : Chef merangkap Bendahara kelompok. Penanggung Jawab...
walks around park #22
a little step to the journey
Asal bareng kalian„,
Semua terasa menyenangkan…/^_^\
danau linau
We got up early to take a boat out with the owners of the Blue Coral Bungalow, where we stayed. They did an awesome job of taking us to four...
We had the owners of the Blue Coral Bungalows charter their private boat from Gili Meno to Gili Trawangan so we could spend the day before going...